Ternyata Bumi Pernah "Kiamat" Sebanyak 6 Kali! sebelum Adam diciptakan

Ternyata Bumi Pernah "Kiamat" Sebanyak 6 Kali ! sebelum Adam diciptakan. Kapan kiamat terjadi ! dan kapan Adam diciptakan!!!.

Istilah akhir zaman atau sering disebutkan orang dengan hari akhir atau kiamat merupakan babak atau periode waktu yang menentukan nasib akhir dari seluruh umat manusia. Paham adanya akhir zaman / kiamat ini diyakini oleh agama - agama dominan baik samawi maupun non Abrahamik. Paham ini biasanya berupa teologi atau filsafat berkaitan dengan peristiwa - peristiwa masa depan ( peristiwa yang akan datang ) dalam sejarah dunia secara khusus dan jagad raya secara umum atau berupa nubuatan.

Ada beberapa pemahaman yang berbeda tentang kiamat atau akhir zaman, semisal manusia yang mati maka saat itu adalah kiamat bagi si mati, tetapi bagi dunia masih berlangsung seperti biasa. Atau hancurnya sebuah pulau akibat bencana alam yang membuat 90 % atau bahkan 99 % mahluk dipulau itu mati, mungkin bagi mahluk / manusia yang saat itu tinggal di pulau itu adalah kiamat. Tetapi pulau lainnya di belahan bumi tidak terjadi apa - apa. Keadaan ini oleh banyak orang disebut sebagai kiamat kecil.

Pada artikel kami kali ini akan membahas kiamat yang lebih besar dari contoh diatas, kiamat atau akhir zaman pada artikel ini merupakan kepunahan masal atau disebut Extinction Events. Dimana setidaknya lebih dari 51 % dari bagian bumi hancur dan punah; banyak mahluk hidup yang mati masal. Informasi yang kami sampaikan ini adalah data arkeologi, berdasarkan penelitian dari lapisan kerak bumi pada berbagai daerah di muka bumi.
Seperti biasa kami akan mengurutkan sesuai waktu terjadinya dari yang diduga terjadi lebih dahulu sampai yang terbaru. Berikut ini adalah peristiwa kiamat yang terjadi di bumi menurut para arkeolog sebelum Adam diciptakan Tuhan :

Gambar ilustrasi penyebab Kiamat

1. Peristiwa Kepunahan Ordovician-Silurian .
Kiamat yang pertama kali terjadi sekitar 455 sampai 430 juta tahun yang lalu. Dikatakan kiamat karena 80 % spesies mahluk yang ada di dalam lautan punah. Para peneliti menduga 1/3 ( sepertiga ) famili brachiopoda, bryozoa, kelompok conodont, trilobita dan graptolita.
Penyebabnya diduga karena naiknya permukaan air laut karena meningkatnya suhu permukaan bumi sehingga es di kutub banyak yang mencair. Penyebab lainnya adalah adanya aktivitas letusan beberapa gunung dan terjadinya pencemaran logam di dalam air dan udara. 
Peneliti juga menduga telah terjadi ledakan sinar gamma dari luar bumi sehingga melemahkan lapisan Ozon, akibatnya radiasi ultra-violet dari matahari meningkat tajam sehingga banyak tumbuhan yang mati.

2. Peristiwa Kepunahan Devonian Terakhir
Periode dari Devonian ditandai oleh ikan tertentu mengalami evolusi pada bagian sirip menjadi sirip kaku. Pada periode ini hanya hiu yang survive ( bertahan ) dimana bentuk hiu purba tidak jauh berbeda dengan hiu saat ini.
Periode ini terjadi pada 375 sampai 359 juta tahun yang lalu. Pada periode ini bumi tidak layak huni sehingga hampir 75 % mahluk hidup telah mati atau setidaknya 3/4 dari seluruh spesies di bumi ini mati. 
Diduga penyebabnya adalah terjadi perubahan gas di atmosfer dikarenakan aktivitas gunung berapi dan kemungkinan jatuhnya meteorid ke bumi.

3. Peristiwa Capitanian 
Berdasarkan Jurnal Geological Society of American Bulletin -David Bond, peneliti dari University of Hull menyatakan bahwa kiamat ke-3 terjadi sekitar  262 juta tahun lalu.
Periode Capitanian merupakan periode dimana usia atau tahap Permian sebagai periode era Guadalupian.
Penelitian dilakukan di pitsbergen yaitu sebuah pulau pada jarak 890 kilometer (553 mil) dari daratan Norwegia.
Kiamat yang terjadi menyebabkan populasi brachiopoda mati sampai  87 persen.
Penyebab kiamat adalah meletusnya Emeishan Traps yang berada di provinsi Sichuan, Tiongkok. Akibat Erupsi ini gas karbondioksida terlepas sehingga membuat laut mengalami proses pengasaman dan berkurangnya oksigen.


4. Peristiwa Kepunahan Permian-Triassic / ‘The Great Dying’
Pada periode ini hanya spesies darat yang meletakkan telur saja yang mampu survive (bertahan) sehingga pada periode ini mahluk tersebut mendominasi bumi. 
Peristiwa kiamat pada periode ini terjadi sekitar 252 s/d 248 juta tahun yang lalu.
Ini adalah peristiwa kiamat terbesar di bumi dengan musnahnya sekitar 96 % mahluk hidup atau setidaknya 70 % spesies hewan bertulang belakang punah pada periode ini.
Penyebab kiamat ini adalah dampak dari jatuhnya meteorit dan diperkirakan juga adanya aktivitas gunung berapi . Keadaan ini berdampak terjadinya perubahan komposisi udara di atmosfer.
Membutuhkan setidaknya 10 juta tahun untuk proses pemulihan.

Gambar : Mahluk yang musnah dari muka bumi

5. Peristiwa Kepunahan Triassic-Jurassic
Kiamat pada periode ini diperkirakan terjadi 205 s/d 200 juta tahun yang lalu. Kiamat ini menyebabkan 50 % - 65 % mahluk hidup mati ( reptil laut, amfibi purba, terumbu karang, molusca cephalopoda ).
Penyebab kiamat ini diduga karena aktivitas gunung berapi yang besar sehingga kandungan karbon dioksida ( Co2 ) dan sulfur dioksida meningkat diudara sehingga terjadi perubahan iklim yang mendadak.

6. Peristiwa Kepunahan Kapur-Paleogen / Chicxulub & Shiva Impact /Cretaceous-Tersier
Kiamat yang paling baru terjadi adalah pada periode ini yaitu terjadi pada sekitar 65 juta tahun yang lalu. Menyebabkan kerusakan sebesar 75 % spesies di bumi mati. Golongan ikan telah musnah hampir 90 %. 
Penyebab kiamat ini adalah jatuhnya meteorit yang jatuh di Meksiko atau di Chicxulub. Tabrakan meteorit ini dengan bumi menyebabkan gangguan atmosfer dan menyebabkan pemanasan global. Meteorit yang jatuh tersebut mengandung iridium dalam jumlah besar, sehingga iridium yang sebelumnya sedikit di bumi karena tubrukan ini debu - debu iridium tersebar di seluruh permukaan bumi pada 65 juta tahun yang lalu.

Para peneliti terus melakukan penelitian pada meteorit chicxulub di Meksiko yaitu dengan melakukan pengeboran yang dimulai sejak Juni 2016 dengan diameter 829 meter oleh European Consortium for Ocean Research Drilling (ECORD) dan International Continental Scientific Drilling Program (ICDP).
Diduga hujan es dan badai salju berlangsung selama 3 tahun dan mulai mendinginkan bumi, sehingga berangsur - angsur kembali normal.

Dari 6 kali peristiwa kiamat yang diduga telah berlangsung di bumi, nyatanya sampai hari ini kehidupan di bumi masih berlangsung. Jika kita cermati ke-6 peristiwa kiamat yang kami uraikan diatas berlangsung jauh sebelum Adam sebagai manusia pertama diciptakan Tuhan. Menurut ilmu arkeologi - geologi dan ilmu Genetika Adam diperkirakan diciptakan pada 2 juta sampai 30.000 tahun yang lalu. 

Bagaimana dengan kiamat menurut agama - agama besar di dunia ? yang akan terjadi !!! apakah manusia akan bertahan ! ...... Itu terserah kepada Allah saja. Kapan kiamat yang akan datang terjadi ? jika terjadi hari ini apa yang akan anda lakukan !!!
Yang terpenting adalah bagaimana kita melakukan apa yang berkenan kepada-Nya. Karena tidak ada yang tahu akan kapan dan dimana kedatangan anak manusia. Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri." ( Matius 24 :36 )


Share on Google Plus

About Restsindo

1 komentar: